Sabtu, 11 April 2015

Pengajian dan Santunan Anak Yatim

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
dan tidak mendorong memberi makan orang miskin..
(Qs.Al Maun:1-3)
Alhamdulillah pada pagi hari ini, Minggu 12 April 2015 Adalah agenda pengajian dan santunan anak yatim di Masjid Agung Ibnu Batutah, sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh ibu Muslimah dan LAZMAIBA di setiap bulannya, dalam acara tersebut bukan hanya memberikan santunan berupa materi saja, namun para anak dan orang tua diberikan penyuluhan, setiap anak dibimbing untuk selalu menjalankan syariat agama, dan para orang tua juga dibimbing agar senantiasa memberi contoh yang baik kepada anak anaknya, ini menjadi tugas yang sangat penting bagi para orang tua asuh, yang dalam hal ini di amanahkan kepada ibu Muslimah dan LAZMAIBA, karena tugas dari orang tua sendiri adalah memberikan pendidikan yang baik, dan mencukupi segala kebutuhan anak anaknya, itulah hakikat dari peran orang tua, dan tentunya dalam hal ini dibutuhkanlah peran seorang Muzakki, untuk terus mengulurkan tangan malaikatnya, karena dengan kedermawanan para Muzakkilah, amanah ini bisa terus berjalan dan menjadi aktifitas yang disebut berbagi dan membangun bersama, sampai kelak kita akan dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kita, semoga Allah senantiasa Merahmati kita semua.. Aamiin Ya Rabbal 'alamiin..
Syukron Katsir..
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
"LAZMAIBA"





Kamis, 09 April 2015

Bakti Sosial LAZMAIBA (Periksa Gigi)

Bakti Sosial ini diselenggarakan pada hari Ahad 14-12-2014 oleh Lazmaiba, yang juga bekerja sama dengan Organisasi IRMAIBA (Ikatan Remaja Masjid Agung Ibnu Batutah) dan ibu ibu Muslimah Masjid Agung Ibnu Batutah, Juga didukung oleh BSMI Bali dan Anlene yang bertempat di Masjid Agung Ibnu Batutah Nusadua Bali.



Rabu, 08 April 2015

Bakti Sosial LAZMAIBA (Medical Check Up)

Bakti Sosial ini diselenggarakan pada hari Ahad 14-12-2014 oleh Lazmaiba, yang juga bekerja sama dengan Organisasi IRMAIBA (Ikatan Remaja Masjid Agung Ibnu Batutah) dan ibu ibu Muslimah Masjid Agung Ibnu Batutah, Juga didukung oleh BSMI Bali dan Anlene yang bertempat di Masjid Agung Ibnu Batutah Nusadua Bali.




Bakti Sosial LAZMAIBA ( Periksa Tulang)

Bakti Sosial ini diselenggarakan pada hari Ahad 14-12-2014 oleh Lazmaiba, yang juga bekerja sama dengan Organisasi IRMAIBA (Ikatan Remaja Masjid Agung Ibnu Batutah) dan ibu ibu Muslimah Masjid Agung Ibnu Batutah, Juga didukung oleh BSMI Bali dan Anlene yang bertempat di Masjid Agung Ibnu Batutah Nusadua Bali.


Galeri Pendistribusian Zakat LAZMAIBA















Laporan Kegiatan Bulan Maret 2015


 Penyaluran Zakat, Infaq dan Shodaqoh LAZMAIBA, Guru ngaji (Fisabilillah) TPQ Musholla Al Furqon Jl.Pratama, TPQ Masjid Agung Ibnu Batutah , Beasiswa anak Yatim ( Infaq Pendidikan) bulan Maret 2015, terima kasih kepada para Muzakki, semoga Rezeki yang telah dilimpahkan Allah kepada para Muzakki semuanya senantiasa diberkahi oleh-Nya, Aamiin..


Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqoh

Istilah Shadaqah, Zakat dan Infaq menunjuk kepada satu pengertian yaitu sesuatu yang dikeluarkan. Zakat, Infaq dan Shadaqah memiliki persamaan dalam peranannya memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Adapun perbedaannya yaitu zakat hukumnya wajib sedangkan infaq dan Shadaqah hukumnya sunnah. Atau Zakat yang dimaksudkan adalah sesuatu yang wajib dikeluarkan, sementara Infaq dan Shadaqah adalah istilah yang digunakan untuk sesuatu yang tidak wajib dikeluarkan. Jadi pengeluaran yang sifatnya sukarela itu yang disebut Infaq dan Shadaqah. Zakat ditentukan nisabnya sedangkan Infaq dan Shadaqah tidak memiliki batas, Zakat ditentukan siapa saja yang berhak menerimanya sedangkan Infaq boleh diberikan kepada siapa saja.
Perbedaannya juga dapat dicermati antara lain yaitu :
Zakat, sifatnya wajib dan adanya ketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima.
Infaq, sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi).
Shadaqah, lebih luas dari infaq, karena yang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja.
Pengertian Shadaqah, Zakat dan Infaq :
1. Shadaqah
Shadaqah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Adapun secara terminologi syariat shadaqah makna asalnya adalah tahqiqu syai'in bisyai'i, atau menetapkan/menerapkan sesuatu pada sesuatu. Sikapnya sukarela dan tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baik mengenai jumlah, waktu dan kadarnya. Atau pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain termasuk kategori sedekah. Shadaqoh mempunyai cakupan yang sangat luas dan digunakan Al-Qur'an untuk mencakup segala jenis sumbangan. Shadaqah ialah segala bentuk nilai kebajikan yang tidak terikat oleh jumlah, waktu dan juga yang tidak terbatas pada materi tetapi juga dapat dalam bentuk non materi, misalnya menyingkirkan rintangan di jalan, menuntun orang yang buta, memberikan senyuman dan wajah yang manis kepada saudaranya, menyalurkan syahwatnya pada istri.

Penerima zakat (mustahiq)

QS. Al-Taubah ayat 60. Yang berhak menerima zakat:
1. fakir: orang yang Amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
2. miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam Keadaan kekurangan.
3. ‘ Amil (Pengurus zakat): orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5. Riqab, memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
6. Gharimin, orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
7. pada jalan Allah (sabilillah) : Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
8. Ibnu Sabil, orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya. Tidak boleh memberikan zakat kepada orang yang wajib ia nafkahi, seperti ayah-bunda, anak-anak, istri. Zakat juga tidak diberikan kepada ahlul bait, keluarga Rasul Saw karena kemuliaan mereka. Zakat tidak diberikan kepada orang kafir, fasiq (seperti meninggalkan shalat dan melecehkan syariat Islam). Zakat tidak boleh dipindah dari satu negeri ke negeri lain, kecuali jika di negeri tersebut tidak ada orang fakir atau mempunyai kebutuhan besar.

Zakat Itu....?

Zakat itu.............
Zakat itu hukumnya wajib bagi setiap muslim yang memiliki harta yang telah sampai nishab untuk dikeluarkan zakatnya. (Qs. At Taubah : 103). pada ayat lain:
"Dirikanlah shalat dan berikanlah zakat.“
dalam kitab shahih Bukhari :Islam dibangun atas lima dasar :
1. Membaca syahadat (bersaksi) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusanNya,
2. mendirikan shalat,
3. memberikan zakat,
4. berhaji ke baitullah dan
5. puasa ramadhan.
Zakat itu......
Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, memurnikan jiwa (menumbuhkan akhlaq mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah.
Zakat itu.......
Membantu orang miskin dan menutup kebutuhan orang yang berada dalam kesulitan dan penderitaan serta memenuhi kebutuhannya untuk meng-hormati/melindungi dirinya dari kehinaan minta-minta selain kepada Allah.
Zakat itu.....
Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah. Sedang ia sendiri tak memiliki apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari orang kaya kepadanya,
Zakat itu.....
Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri atas prinsip-prinsip:
Ummatan Wahidan (umat yang satu),
Musawah (persamaan derajat, dan dan kewajiban),
Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan
Takaful Ijtima’i (tanggung jawab bersama)
Zakat itu.....
Menjadi unsur penting dalam mewujudkan keseimbangan dalam distribusi harta (social distribution), dan tanggungjawab individu dalam masyarakat.
Zakat itu....
Mempermudah penyaluran harta dari seseorang kepada orang lain sehingga harta tersebut mengalir dan lebih bermanfaat, agar harta tidak beredar di kalangan tertentu, atau hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja. (QS. Al-Hasyr: 7)

Definisi Zakat

Zakat
Definisi Zakat Menurut Bahasa :
Tumbuh; berkembang; kesuburan atau bertambah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10)
Menurut istilah syara' , zakat adalah nama bagi suatu pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat yang tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu
Zakat bermakna At-Thahuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan. Orang yang selalu menunaikan zakat karena Allah dan bukan karena ingin dipuji dan dilihat orang, Allah akan membersihkan dan mensucikan baik hartanya maupun jiwanya.( Qs. At Taubah : 103 )
Zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah. Jadi, orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT, keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup.
Zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu terus tumbuh dan berkembang, dan ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta karena telah menunaikan zakat. (Q.s Ar-Rum : 39) .
Zakat bermakna As-Sholahu , yang artinya beres atau keberesan, yaitu bahwa orang orang yang selalu menunaikan zakat hartanya akan selalu beres dan tidak akan dirundung masalah.