Senin, 31 Oktober 2016

Galakkan Jum'at Berkah dengan Sedekah, Ibu Ibu Muslimah Ibnu Batutah Gotong Royong Berbagi Makanan untuk Jamaah Sholat Jum'at

Jum'at adalah hari raya kaum muslimin, Allah telah memberikan keistimewaan di hari jum'at,  dengan amalan

amalan yang juga di istimewakan, seperti membaca surat al kahfi, memperbanyak membaca sholawat, mandi, memotong kuku, juga tak kalah penting adalah dengan bersedekah.

Jika amalan amalan yang lain adalah amalan yang bermanfaat untuk pribadi, maka dengan sedekah manfaat itu secara langsung bisa dirasakan oleh orang lain, memberi makanan contohnya, hal itulah yang memotivasi ibu ibu muslimah Masjid Agung ibnu batutah untuk menggalakkan progam Jum'at Berkah dengan Sedekah, yaitu dengan membagikan makanan dan minuman kepada jamaah sholat jum'at yang baru turun dari masjid, dengan penuh semangat mereka membagikan nasi bungkus, mie goreng,  teh gelas, dan gorengan, hal inipun disambut antusias oleh para jamaah.

Adalah Ade Chandra David, seorang ibu muslimah yang mempelopori progam ini, awalnya beliau membagikan beberapa kardus teh gelas dan gorengan untuk para jamaah sholat jum'at, hal inilah yang membuat ibu ibu muslimah yang lain tergerak untuk turut menyumbang, hari jum'at selanjutnya sudah banyak tersedia nasi bungkus yang siap dibagikan, dan terus berlanjut di jum'at jum'at berikutnya.

Motivasi Ibu Ade adalah seperti yang dikutip dari akun facebooknya berikut ini ,

“Engkau akan menjadi milik hartamu jika tidak engkau sedekahkan, dan jika engkau sedekahkan, maka harta itu menjadi milikmu.”
Hasan al-Bashri

Kata orang bijak, kita memberi bukan karna berlebih...akan tetapi kita tau banget gimana rasanya kekurangan atau tidak punya sama sekali.

Allah Maha Sayang sama kita, dimudahkannya kita utk beramal sholih...

Jika kita sudah rasakan itu, kerjakan, jangan nunggu omongan orang lain yg memberi teori macem2...yg ada malah gx jadi beramal demi menimbang2 pemikiran mereka...(pinjem istilah Ayah Har Wanto)

Hari ini Sedekah Nasi Jum'at melebar dgn menu laennya...sayangnya gx sempat take a pic utk menu laennya, karena rada telat nge dropped nya

Yaah, apapun bentuknya dari sedekah itu, In Shaa Allah sudah di rekam oleh Yang Maha Merekam 😊 dan tidak akan pernah salah...

Semoga bisa bisa istiqomah, bisa mengajak kepada saudara2 yg laennya utk berbagi, dan yg paling penting semoga Allah subhana wa ta’ala meridhoi apa yg kita kerjakan.
Aamiin yaa Samii'ud du'aa'a..

Ouwh ya, kali ini sedekah udah mulai keroyokan...
Thanks to Mpok Mun Tasiroh, Ayah Har Wanto, Mbak Sri Lestari, Mbak Yani Charisma, Bunda Herdina Marno, Bu Dewi, Mbak Titis, Bang Ach Joey Maulana, Ukhty Husnul Hidayat, Bu Ulya, Bu Dea dan yg gx kesebut, maafin yack... 

Hanya Allah saja sebaik baiknya pemberi balasan.
Alhamdulillahilladzi bi
ni’matihi tatimmus shalihaat

Maafkan..
kami tidak pernah berniat untuk riya' atau ujub atau apalah, apalah... 
Mengabarkan hanya utk kebaikan, syukur2 jadi inspirasi 
Ridho dari Allah sudah cukup bagi kami.. (Nyok ikutan )
ﺁﻟﻠّﻬُﻢَ ﺻَﻠّﯿﮱِ ﯛﺳَﻠّﻢْ ﻋَﻠﮱِ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤّﺪْ ﻭَ ﻋَﻠﮱ ﺁﻝِﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻜُﻢ

Have a jumu'ah barokah day,...

Semoga menjadi amal shalih untuk semuanya, yang dilipat gandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wata'ala, menjadi motivasi untuk orang lain, yang dihitung kebaikannya tanpa berkurang, berkah rizkinya, berkah hidupnya, selamat dunia akhiratnya.. Aamiin Ya Rabbal 'alamiin..

(Awy)



Buletin LASMAIBA Edisi #17 " Keutamaan Menuntut Ilmu" November 2016 M / Safar 1438 H



Buletin LASMAIBA Edisi #16 "Semangat Berhijrah" September - Oktober 2016 M / Dzulhijjah - Muharram 1438 H



Buletin LASMAIBA Edisi #15 " Hikmah Berqurban" Agustus 2016 M / Dzulqaidah 1437 H



Hieronimus, Pria Asal Munchen yang Jatuh Hati dengan Islam


Namanya adalah Karl Friedrich Hieronimus, seorang pria kelahiran Munchen 07 Maret 1978, dengan mantap dan penuh keyakinan mengikrarkan syahadat di Masjid Agung Ibnu Batutah pada selasa 18 Oktober 2016 selesai sholat maghrib dengan dituntun oleh Drs.H.Sholeh Wahid.dan disaksikan oleh para jamaah.

Pria yang biasa dipanggil Hieronimus ini mengaku bahwa tidak ada yang memaksanya untuk memeluk islam, motivasi untuk memeluk islam adalah hanya karna keyakinan dalam hati, ketika ditanyakan bagaimana dengan pandangan orang orang barat tentang islam sebagai teroris, apakah ia tidak takut untuk itu, ia menjawab bahwa itu hanyalah pemahaman yang salah dari mereka, ia sudah keliling ke berbagai negara untuk mempelajari islam, dan iapun semakin yakin, bahwa islam adalah agama yang benar, dan keluarganya pun mendukung akan keputusannya itu.

Ustad Drs.H.Sholeh Wahid memberikan pesan kepada Hieronimus bahwa menjadi muslim tidak cukup dengan membaca kalimat syahadat, tetapi masih ada kewajiban kewajiban lain yang harus dikerjakan, seperti sholat, zakat, puasa, dan haji, untuk itu ia diharuskan untuk terus belajar, cari masjid terdekat, dan belajar dengan ulama setempat.

Beliau juga berpesan bahwasanya sekarang umat muslim adalah saudaranya, seluruh hak hak seorang muslim sudah sepantasnya menjadi tanggung jawab bersama, berbuat baik kepada sesama muslim, dan kepada seluruh umat manusia, hal itu yang harus ditunjukan ketika menjadi seorang muslim. Tambahnya.
Dengan tersenyum Hieronimus menyanggupi, acara itupun ditutup dengan berdo'a bersama, mendoakan keselamatan umat islam, terkhusus untuk Hieronimus, semoga tetap istiqomah dijalanNya. Aamiin
(Awy)




Peringati Tahun Baru Hijriyyah, Muslimah dan Lembaga Amal Sosial (LAS) Masjid Agung Ibnu Batutah Gelar Santunan Akbar Anak Yatim dan Dhuafa







Nusa Dua. Menyambut Tahun baru hijriyah 1438, Muslimah dan Lembaga Amal Sosial Masjid Agung Ibnu

Batutah menggelar Santunan akbar untuk anak yatim dan dhuafa yang beri tema "Menggapai Berkah bersama Anak Yatim di Bulan Muharram" pada ahad (16/10/16) pagi tadi di lantai dasar Masjid Agung Ibnu Batutah komplek puja mandala Nusa Dua, Bali.

Acara tersebut mengundang anak anak yatim dan dhuafa yang berada di daerah kuta selatan, setidaknya ada lebih dari 160 anak yang didatangkan, turut hadir juga para pengurus Masjid Agung Ibnu Batutah dan para donatur.

Acara dimulai pada pukul 08:00 WITA, diawali penampilan tim sholawat rebana anak yatim dengan menyanyikan sebuah lagu "Belajar diwaktu Kecil" dan "Ya Badrotim", dan di buka oleh pembawa acara Anggi dan Fitri.

Acara berlanjut dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan sari tilawah yang dibawakan oleh Dimas Prabowo dan Muhammad Izza Irsyadi, dan disambung dengan pembacaan Asmaul Husna oleh anak anak yatim sebagai bentuk washilah do'a yang ditujukan untuk para donatur, orang tua asuh, dan para guru guru yang telah membinanya selama ini.

Setelah pembacaan selesai acara dilanjut dengan pembacaan laporan oleh ketua panitia Nurhayati Eka, dalam laporannya beliau menyampaikan dana yang masuk tersebut akan digunakan untuk biaya pendidikan anak anak yatim dan dhuafa selama satu tahun kedepan, "Donasi dari bapak bapak dan ibu ibu sekalian, selain untuk menyantuni anak anak pada hari ini, juga akan kami gunakan untuk pembayaran SPP anak anak yatim dan anak anak yang kurang mampu untuk satu tahun kedepan." Pungkasnya, disambung dengan sambutan oleh ketua Muslimah Masjid Agung Ibnu Batutah Wasik Pratiwi, beliau menyampaikan terima kasih kepada segenap panitia yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik, juga kepada para donatur yang telah memberikan sebagian hartanya untuk menyantuni anak anak yatim, "Kami sampaikan banyak terima kasih kepada segenap para panitia yang telah bekerja keras untuk acara ini, dan para donatur sekalian, yang telah memberikan dukungannya dengan sebagian hartanya, semoga Allah membalas amal baik bapak ibu sekalian, aamiin.." pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan penampilan Tim Hadrah Madin Wustho dan Anak anak Yatim, yang ditutup dengan Mauizhotul Hasanah oleh Drs.H.Sholeh Wahid.
dalam ceramahnya beliau menyampaikan tentang proses bagaimana manusia itu mendapat rizkinya, dimulai dari saat masih berada di dalam rahim, dimana saat itu manusia tak perlu repot untuk mencari rizki, Allah telah mencukupinya, kemudian saat baru lahir di dunia, disana rizki seseorang juga tak perlu bekerja, Allah telah mencukupinya hanya dengan melalui isyarat, yaitu menangis, berlanjut pada proses yang ketiga saat seseorang sudah menginjak usia balita dua sampai lima tahun, dimana ia juga masih di cukupi rizkinya tanpa bekerja, namun sudah harus ada sedikit berusaha, yaitu dengan mengunyah sendiri makanannya, disana ia diajari cara makan dan minum oleh orang tuanya, dan saat beranjak dewasa, disanalah ia sudah harus bekerja sendiri untuk menjemput rizkinya, inti dari ceramah beliau adalah bagaimana mengajarkan anak anak agar bisa mandiri, terus belajar dengan giat, agar dalam proses menjemput rizki kedepannya, Allah ,memberikan kemudahan.
Acara ditutup dengan do'a yang juga disampaikan oleh beliau, dan berlanjut ke acara inti yaitu pembagian santunan berupa uang dan bingkisan.
Acara ini diadakan rutin setiap tahunnya, dimana pelaksanaannya dipilih pada bulan Muharram pada tahun hijriyah. (Awy)